PAN Minta Anies Selalu Koordinasi ke Pemerintah Pusat soal Penanganan Corona

Berita Online

PAN Minta Anies Selalu Koordinasi ke Pemerintah Pusat soal Penanganan Corona

7895522.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) meminta daerah untuk tidak terburu-buru melakukan pembatasan wilayah dan mengedepankan pembatasan skala lokal untuk menangani Corona. Partai Amanat Nasional (PAN) meminta pemerintah daerah berkoordinasi kepada pusat sebelum mengambil kebijakan terutama DKI Jakarta.

“Apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu tentu harus ditindaklanjuti secara baik dan arif oleh kepala-kepala daerah. Bukan hanya Gubernur tapi juga kabupaten/kota. Dengan begitu, kan ada koordinasi dan juga konsolidasi secara menyeluruh dalam melakukan pemutusan mata rantai penyebaran virus COVID ini,” kata anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Pertaonan Daulay kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

“Itulah sebabnya saya mendorong kepada Pak Anies untuk selalu berkoordinasi kepada pemerintah pusat terutama kepada Komite Penanganan COVID-19 di Indonesia. Karena komite ini menangani dua hal, penanganan kesehatan sekaligus juga menangani pemulihan ekonomi. Jadi dengan begitu kebijakan yang diambil itu betul-betul bisa diterapkan,” imbuhnya.

Saleh melihat dalam pemberlakuan PSBB ketat di DKI ada perbedaan kebijakan Pemprov dengan pusat. Perbedaan itu telihat pada pernyataan Gubernur DKI Jakarta dengan arahan Presiden Jokowi.

Baca Juga : Pemprov Bali Siapkan Hotel Berbintang untuk Rawat OTG Corona

“Ini kan kelihatan betul dari beberapa statement yang dikeluarkan Pak Anies dan juga pemerintah pusat belakangan ini memang ada ketidaksinkronan kebijakan. Ada kekurangharmonisan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Itu kita lihat misalnya penerapan PSBB total, di mana Presiden Jokowi menginginkan agar PSBB-nya itu berbasis RT/RW atau berbasis lokal saja, dalam skala yang lebih kecil,” katanya.

Saleh menyebut Pemprov DKI perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan. Sebab Jakarta adalah Ibu Kota negara.

“Mengapa ini penting karena Pak Anies Baswedan itu adalah Gubernur DKI, artinya pusat pemerintahan republik ini kan ada di DKI. Karena itu tanggung jawab Pak Anies itu bukan dalam konteks mengamankan warga DKI saja, tetapi juga dalam konteks mengamankan Ibu Kota Indonesia,” sebut Saleh.

Saleh menilai penanganan COVID-19 di Jakarta adalah tolak ukur penanganan COVID. Ketua DPP PAN ini mengatakan negara lain akan menyoroti penanganan COVID di Jakarta.

“Karena ini kan Jakarta adalah etalase dari pada negara kita. Jadi orang luar negeri melihat proses penanganan COVID-19 di Indonesia itu justru pasti dimulai dari Jakarta. Jadi kalau Jakarta sudah benar penanganannya maka ini bisa dicontoh oleh wilayah dan daerah lain,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembatasan berskala lokal untuk pengendalian kasus virus Corona. Jokowi meminta kepala daerah tidak terburu-buru menutup satu wilayah penuh.

“Intervensi untuk pembatasan berskala lokal penting sekali penting dilakukan, baik manajemen intervensi dalam skala lokal maupun komunitas, sehingga jangan buru-buru menutup sebuah wilayah, menutup sebuah kota, menutup sebuah kabupaten, dan kalau kita kerja berbasis data, langkah-langkah intervensinya berjalan efektif dan bisa segera menyelesaikan masalah-masalah di lapangan,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/9).

“Karena dalam sebuah provinsi misalnya ada 20 kabupaten/kota, tidak semua dalam posisi merah, sehingga penanganan jangan digeneralisir, di sebuah kota atau kabupaten sama, tidak semua kelurahan, kecamatan mengalami merah semua. ada yang hijau, kuning. Itu perlu treatment yang berbeda-beda,” ujar Presiden Jokowi.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online
Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa?

Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa? 7895522.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan keras terkait peningkatan kasus virus Corona COVID-19 di Eropa. Dikutip dari BBC, Direktur WHO di Eropa, Hans Kluge mengatakan dalam dua minggu terakhir terjadi peningkatan kasus baru Corona sebanyak dua kali lipat di lebih dari setengah negara …

Berita Online
Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi

Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi 7895522.com, Pandemi virus Corona (COVID-19) menghambat pergerakan manusia, baik dalam aktivitas perekonomian, aktivitas pengisi waktu luang seperti mengunjungi keluarga, berlibur, dan sebagainya. Padahal, pergerakan itu adalah sumber pendapatan bagi pengusaha hotel dan restoran. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, para pengusaha …

Berita Online
PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL

PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL 7895522.com, PT KCI sedang menyosialisasikan kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Apa alasannya? “Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa …