Pemprov Bali Siapkan Hotel Berbintang untuk Rawat OTG Corona

Berita Online

Pemprov Bali Siapkan Hotel Berbintang untuk Rawat OTG Corona

7895522.comMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Pemprov Bali akan mempersiapkan hotel berbintang untuk pasien orang tanpa gejala (OTG). Menurutnya hal ini bisa menjadi antisipasi mengurangi kapasitas kelonjakan di rumah sakit.

“Tadi Pak Gubernur (I Wayan Koster) menyampaikan di Bali pun mempersiapkan hotel berbintang sebagai tempat perawatan yang OTG ataupun tanpa gejala ataupun bagi mereka yang sudah masuk dalam kategori sembuh sehingga tentu ini bisa melepaskan mengurangi kapasitas di rumah sakit,” kata Airlangga dalam pidatonya di acara Naker Tanggap COVID-19, Nusa Dua, Bali, Sabtu (12/9/2020).

“Sehingga tentu ini bisa melepaskan mengurangi kapasitas di rumah sakit sehingga bisa dimanfaatkan untuk mereka yang membutuhkannya,” imbuh Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan hal serupa juga telah diterapkan di daerah lain seperti DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Di dua provinsi tersebut, sambung Airlangga, hotel yang disiapkan sekelas bintang 2 dan 3.

“Hal yang sama dilakukan di Sulawesi Selatan dan DKI pun pemerintah menyiapkan hotel berbintang 2 maupun bintang 3,” ungkap Airlangga.

Baca Juga : Bima Arya Sebut Anies Belum Selesai Koordinasi dengan Jabar soal PSBB Total

Airlangga menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperhatikan pelayanan publik terkait Corona. “Pelayanan publik tetap menjadi perhatian Bapak Presiden,” sebut dia.

Sebelumnya, lonjakan kasus Corona di Bali jadi sorotan. Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan lonjakan itu dipicu kasus transmisi lokal di lingkungan rumah tangga atau keluarga dan pelaksanaan upacara adat.

“Kita lihat secara rinci dan cermat apa yang menyebabkan beberapa hari terakhir timbul lonjakan (kasus COVID-19) di Bali, kalau kita dengar laporan teman-teman di kabupaten/kota lebih banyak diakibatkan oleh transmisi lokal rumah tangga dan upacara-upacara,” kata Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace disela-sela menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (10/9) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, dengan dibukanya kembali tempat-tempat wisata, telah menyebabkan tak sedikit generasi muda yang sebelumnya selama sekian bulan harus berdiam di rumah kemudian meluapkan kegembiraannya dengan berwisata.

“Ini akhirnya timbul penderita-penderita yang tanpa gejala, OTG-OTG. Karena mereka muda-muda, sehat-sehat dan mereka pulang, ini yang menjadi sumber orang tuanya terkena (COVID-19-red) dan neneknya kena. Oleh karena daya tahan tubuh para orang tua yang sudah lemah, sehingga waktu penyembuhannya relatif lama serta risiko kematiannya tinggi,” ucap Cok Ace.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online
Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa?

Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa? 7895522.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan keras terkait peningkatan kasus virus Corona COVID-19 di Eropa. Dikutip dari BBC, Direktur WHO di Eropa, Hans Kluge mengatakan dalam dua minggu terakhir terjadi peningkatan kasus baru Corona sebanyak dua kali lipat di lebih dari setengah negara …

Berita Online
Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi

Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi 7895522.com, Pandemi virus Corona (COVID-19) menghambat pergerakan manusia, baik dalam aktivitas perekonomian, aktivitas pengisi waktu luang seperti mengunjungi keluarga, berlibur, dan sebagainya. Padahal, pergerakan itu adalah sumber pendapatan bagi pengusaha hotel dan restoran. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, para pengusaha …

Berita Online
PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL

PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL 7895522.com, PT KCI sedang menyosialisasikan kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Apa alasannya? “Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa …