Pengusaha: Kalau Jakarta Lockdown, RI Tak Seperti Sekarang

Berita Online

Pengusaha: Kalau Jakarta Lockdown, RI Tak Seperti Sekarang

7895522.comAsosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan jika pemerintah memutuskan untuk lockdown DKI Jakarta pada awal penyebaran virus Corona maka kondisi perekonomian nasional tidak akan seperti sekarang.

Sekarang, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 minus 5,32%, bahkan diprediksi masih berada di zona negatif pada kuartal III-2020. Pemerintah melalui Kementerian keuangan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran minus 2% sampai 0% pada kuartal III tahun ini.

“Itu kalau Jakarta di lockdown, Indonesia tidak seperti sekarang, kita harus bisa membuat orang tinggal di rumah dulu selama 14 hari atau 3 minggu,” kata Ketua Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono dalam acara Perspektif Indonesia secara virtual, Sabtu (5/9/2020).

Sutrisno menilai lockdown menjadi salah satu cara jitu untuk menyelesaikan penyebaran virus Corona di tanah air. Dia pun menyadari keputusan tersebut akan menurunkan ekonomi nasional secara drastis.

Baca Juga : Stimulus Corona Mau Kedaluwarsa, Pengangguran AS Bisa Meroket

Namun demikian, dirinya tetap mendukung pelaksanaan lockdown untuk meningkatkan perekonomian nasional ke depannya.

“Bagaimana kita mau perbaiki ekonomi, penyebaran virus dihentikan dulu, hentikan dulu penyebaran virus itu yang utama. Jangan tidak kita terbuai dengan ini daerahnya hijau, karena testing kita masih rendah, semakin banyak tes dilakukan menunjukkan semakin tinggi tingkat terinfeksinya,” ujarnya.

Para pengusaha, kata Sutrisno saat ini tingkat kepercayaannya sedang tumpul terhadap langkah pemerintah dalam menyelesaikan persoalan virus Corona. Salah satu yang membuat kepercayaan pengusaha tumpul adalah sistem komunikasi pemerintah yang tidak solid.

Dia mencontohkan dari awal mula kasus COVID-19 terjadi di Indonesia, banyak pejabat Indonesia yang mengatakan tanah air kebal dengan virus tersebut, bahkan ada yang bilang virus Corona bisa diselesaikan pada Juni.

“Kalau kita mau bicara bagaimana mendapatkan pendapatan pemerintah sangat sulit, karena pengusaha seperti itu, tadinya punya harapan sekarang tumpul, dan tidak bisa diambil pajak terlalu besar di masa seperti sekarang,” ungkapnya.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online
Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa?

Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa? 7895522.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan keras terkait peningkatan kasus virus Corona COVID-19 di Eropa. Dikutip dari BBC, Direktur WHO di Eropa, Hans Kluge mengatakan dalam dua minggu terakhir terjadi peningkatan kasus baru Corona sebanyak dua kali lipat di lebih dari setengah negara …

Berita Online
Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi

Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi 7895522.com, Pandemi virus Corona (COVID-19) menghambat pergerakan manusia, baik dalam aktivitas perekonomian, aktivitas pengisi waktu luang seperti mengunjungi keluarga, berlibur, dan sebagainya. Padahal, pergerakan itu adalah sumber pendapatan bagi pengusaha hotel dan restoran. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, para pengusaha …

Berita Online
PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL

PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL 7895522.com, PT KCI sedang menyosialisasikan kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Apa alasannya? “Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa …