Percaya Hoax Disebut Lebih ‘Mematikan’ dibanding Corona, Termasuk di Indonesia

Berita Online

Percaya Hoax Disebut Lebih ‘Mematikan’ dibanding Corona, Termasuk di Indonesia

7895522.comSebuah penelitian baru membuktikan bahwa masyarakat yang percaya soal hoax virus Corona dapat menyebabkan banyak kematian, termasuk Indonesia. Studi ini menemukan hoax terkait virus Corona di Indonesia yang merupakan salah satu negara yang terbanyak di dunia.

Dikutip dari laman CNN, studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menunjukkan bahwa stigma, rumor, dan teori konspirasi terkait virus Corona beredar dalam 25 bahasa di 87 negara yang diteliti.

Penelitian ini menganalisis stigma, teori konspirasi, dan rumor terkait COVID-19 yang diunggah ke surat kabar, dan situs online pada rentang waktu dari 31 Desember 2019 hingga 5 April 2020.

Para peneliti mendefinisikan rumor sebagai informasi yang belum diverifikasi kebenarannya, informasi yang salah, atau dibuat-buat. Sedangkan stigma terkait dengan diskriminasi suatu kelompok. Sementara teori konspirasi didefinisikan sebagai mengarahkan individu atau kelompok pada sebuah kepercayaan yang tak terbukti kebenarannya.

Peneliti tersebut mengidentifikasi 2.311 laporan hoax terkait virus Corona COVID-19 dari 87 negara. Sebanyak 89 persen diklasifikasikan sebagai rumor, 7,8 persen soal teori konspirasi, dan 3,5 persen adalah stigma.

Baca Juga : Ngebut, Rusia Registrasi Vaksin Virus Corona Pertama di Dunia

Peneliti menyebutkan beberapa contoh rumor diantaranya ‘telur unggas terkontaminasi virus Corona’ dan ‘minum pemutih dapat membunuh virus’. Contoh stigma seperti ‘virus Corona adalah senjata biologis yang didanai Bill & Melinda Gates Foundation untuk meningkatkan penjualan vaksin’ dan penyakit datang dari China.

Para peneliti mendapati mayoritas hoax tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS), India, Spanyol, China, Indonesia, dan Brasil.

Analisis tersebut menunjukkan 24 persen hoax terkait dengan penyakit COVID-19, adalah kematian dan penularan virus Corona. Sebanyak 21 persen hoax terkait dengan bagaimana upaya pengendalian, 19 persen untuk pengobatan, dan 15 persen untuk asal usul virus. Peneliti menyatakan kesalahan informasi itu menyebabkan cedera dan kematian.

“Menyusul kesalahan informasi ini, sekitar 800 orang telah meninggal, sedangkan 5.876 telah dirawat di rumah sakit dan 60 telah mengembangkan kebutaan total setelah minum metanol sebagai obat untuk virus corona,” tulis peneliti.

Peneliti menyadari studi ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti data yang berasal dari platform online sehingga diperkirakan lebih banyak informasi yang salah yang beredar di masyarakat.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online
Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa?

Diberi Peringatan Keras oleh WHO Soal COVID-19, Ada Apa dengan Eropa? 7895522.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan keras terkait peningkatan kasus virus Corona COVID-19 di Eropa. Dikutip dari BBC, Direktur WHO di Eropa, Hans Kluge mengatakan dalam dua minggu terakhir terjadi peningkatan kasus baru Corona sebanyak dua kali lipat di lebih dari setengah negara …

Berita Online
Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi

Pengusaha Buka-bukaan Jatuh Bangun Bisnis Hotel hingga Kamar Isolasi 7895522.com, Pandemi virus Corona (COVID-19) menghambat pergerakan manusia, baik dalam aktivitas perekonomian, aktivitas pengisi waktu luang seperti mengunjungi keluarga, berlibur, dan sebagainya. Padahal, pergerakan itu adalah sumber pendapatan bagi pengusaha hotel dan restoran. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, para pengusaha …

Berita Online
PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL

PT KCI: Hindari Pemakaian Masker Buff dan Scuba di KRL 7895522.com, PT KCI sedang menyosialisasikan kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Apa alasannya? “Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa …